Yusuf Efendy

Siapa Yusuf

Nama saya Yusuf. Tapi waktu mau lulus SD, guru saya bilang, “nama kamu terlalu pendek untuk ditulis di STTB”. Oleh karena itu nama saya sekarang adalah Yusuf Efendy.

Proses penambahan nama itu sebenarnya senang juga untuk diceritakan. Tapi karena keterbatasan tempat, saya tidak menceritakannya disini. Bagi yang ingin tahu ceritanya, kirimkan saja email, nanti saya ceritakan semuanya. he…100x

Saya lahir di Pontianak. Tapi saya tidak ingat apa-apa tentang Pontianak. Yang saya tahu tentang Pontianak hanyalah sebatas ibu kota Kalimantan Barat. Saya lahir di Pontianak, karena ibu saya kebetulan dari sana. Ayah saya sendiri berasal dari Padang Sumatra Barat, lebih detilnya dari Maninjau. Kalau anda tahu Maninjau, ex-rumah ayah saya tidak jauh dari museum Buya Hamka yang sekarang ada di sana.

Karena Ibu saya dari Kalimantan barat, Ayah saya dari Sumatra Barat, Waktu Kecil tinggal di Lampung Barat, SMA di Jawa Barat, dan Sekarang tinggal dan mencari nafkah di Jawa Barat, maka kalau memperkenalkan diri saya suka bilang bahwa saya orang “Barat” ha..ha..100x

Saya belum pernah ke Pontianak, tapi saya berdo’a mudah-mudahan suatu saat saya punya kesempatan untuk pergi kesana. Dengan profesi saya, saya sudah tahu dan pernah ke Jambi, Padang, Maninjau, Dumai, Pekanbaru, Tual, Ambon, Makassar, Bangkinang, Bima, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Semarang, dan Kupang. Sayang memang, saya belum punya kesempatan ke Pontianak. Do’akan mudah-mudahan ada yang mengongkosi saya, baik langsung maupun tak langsung, untuk pergi ke Pontianak. Sama seperti waktu saya dapat kesempatan untuk ke Jambi, saya memanfaatkannya untuk mengetahui Padang karena waktu yang diberikan kepada saya cukup leluasa.

Saya lahir pada hari Minggu tanggal 2 February 1964. Tapi di ijazah saya tertulis tanggal 12. Biasa.. ini kesalahan guru saya menuliskan tanggal lahir. Jadilah akhirnya, setiap kali saya diminta untuk menuliskan tanggal lahir, saya menuliskan tanggal 12., karena di dokumen resmi saya memang tertulis seperti itu.

Saya dibesarkan di desa Simpang Sari Kecamatan Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat. Dulu sih waktu kecil, kecamatan saya termasuk Kabupaten Lampung Utara. Saya tinggal di kampung ini sampai lulus SMP. Sedangkan masa SMA saya, dilalui di desa Awipari Kecamatan Cibeureum Kabupaten Tasikmalaya. Waktu gunung Galunggung meletus, kebetulan saya sedang sekolah di Tasik.

Saya kuliah di IAIN Ciputat. Sekarang namanya UIN. Prof. Azyumardi Azra yang terkenal itu pernah mengajar saya di tingkat I. Waktu itu sih beliau belum lama lulus S1. Tapi memang, kecerdasannya sudah terlihat sedari dulu.

Alhamdulillah, saya juga lulus dari S2 UPI Bandung (Universitas Pendidikan Indonesia). Tapi, kalau cerita kuliah di UPI, sebenarnya saya malu. Memang sih, saya masuk ke UPI karena saya dapat beasiswa setelah menjadi guru teladan tingkat Propinsi Jawa Barat. Tapi saya menyelesaikan kuliah saya dalam waktu 7 tahun!!! Itupun setelah saya diancam DO beberapa kali. Sebenarnya sih, kuliah saya selesai dalam waktu 2 tahun, tapi karena thesis saya tidak saya tulis, jadilah saya tidak selesai-selesai. Waktu saya mulai tergerak untuk menulis, waktu sudah berlalu 5 tahun, meskipun sebenarnya thesis saya saya kejakan dalam waktu 3 bulan. Ya… begitulah hidup yang harus saya lalui.

Pekerjaan saya adalah guru. Saya mengajar Bahasa Inggris di SMAN 3 Depok sejak tahun 1990. Alhamdulillah, saya sudah lulus sertifikasi dan saya sudah menikmati tunjangan profesi yang besarnya sama dengan gaji pokok perbulan. Sampai saat ini saya sudah menerima untuk 7 bulan saja terhitung April-Oktober 2008. Bulan-bulan berikutnya masih dalam penantian, karena seperti diketahui, pemerintah masih terus berjanji untuk membayar.

Saya tinggal di Perumahan PEMDA (Bumi Cibinong Endah) bersama istri (Sulastri Mashudi) dan anak-anak saya (Dian Firdaus Ahadi & M. Adli Kurniawan). Istri saya juga alhamdulillah seorang guru. Dia mengajar di SMPN dekat kami tinggal. Anak saya sebenarnya 3 orang, tapi yang bungsu (Muhammad Ibnu Yusuf) baru saja meninggal dunia karena Flu Burung pada tanggal 27 Januari 2008 bertepatan dengan meninggalnya mantan Presiden Soeharto. Anak saya yang pertama baru masuk Politeknik Negeri Jakarta, sedangkan yang nomor dua baru masuk SMA. Untuk meringankan biaya, anak-anak saya bersekolah di SMP bersama ibunya dan di SMA bersama saya ayahnya. Dengan begitu alhamdulillah, kami tidak diminta untuk membayar uang sekolah. Kami hanya membelikan anak seragam sekolah, buku-buku pelajaran dan uang jajan saja.

Oh ya, saya bukan berasal dari keluarga kaya. Saya dari keluarga miskin. Karena saking miskinnya, waktu saya minta melanjutkan sekolah ke Tasik, almarhumah ibu saya menangis karena dia tidak punya uang, sedangkan almarhum ayah saya waktu itu entah dimana. Lebih sedih lagi ibu saya ketika mendengar ancaman saya bahwa saya akan tetap pergi meskipun tidak dibiayai. Oleh karena itu, saya ingat meskipun saya hanya mendapatkan kiriman uang Rp. 15.000/bulan untuk semua kebutuhan, saya tetap happy. Bandingkan dengan teman-teman saya yang mendapat kiriman uang saja Rp. 60.000/bulan ditambah kiriman beras dan lauk pauk secukupnya. Lucunya, hampir semua teman saya akan berwajah layu ketika sudah tanggal tua, sedangkan saya tetap ceria.

Waktu kuliah di Ciputat, saya terpaksa harus sambil bekerja. Mending kalau kerjanya agak bonafid. Saya bekerja di percetakan mulai pukul 5 sore sampai pukul 12 malam. Gajinya 1.000 per hari. Alhamdulillah, mulai tingkat II saya bisa cari tambahan dengan memberikan les private kepada anak-anak dosen saya.

Sekarang saya sudah menjadi mantan Ketua DKM, Ketua RT., dan Ketua RW. di lingkungan tempat saya tinggal. Saya juga sudah menjadi mantan Ketua MGMP Bahasa Inggris SMA Kota Depok. Disamping itu saya juga merupakan mantan Kepala SMA Pribadi Depok milik kerjasama yayasan orang Turki dengan yayasan orang Indonesia.

Yang sekarang saya tekuni adalah tetap mengajar di SMAN 3 Depok sambil mengajar di STKIP Purnama, dan sekali-sekali diminta untuk menjadi Fasilitator Bintek KTSP SMA oleh sekolah-sekolah yang sudah mengenal saya. Terima kasih untuk Direktorat Pembinaan SMA DEPDIKNAS yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk menjadi salah seorang fasilitator Bintek (Bimbingan Teknik) KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) SMA, sehingga saya bisa pergi ke beberapa Kota yang saya sebutkan di atas.

Bila anda adalah salah seorang yang mengenal saya, baik anda teman kecil saya, teman SMP atau teman SMA saya, atau anda adalah salah seorang murid saya dulu, saya akan sangat senang bila anda mau mengirimkan alamat email atau nomor telepon yang dapat saya hubungi.

Untuk teman-teman guru, terutama guru Bahasa Inggris, saya buat blog ini agar kita dapat saling bantu. Saya akan mencoba memposting artikel-artikel yang ada di Jakarta Post yang menurut saya sebaiknya kita baca. Saya juga sedang mencoba mengumpulkan teks-teks yang saya klasifikasi berdasarkan genre-genre yang harus kita ajarkan kepada anak-anak. Kalau teman-teman punya sesuatu yang bagus untuk dishare atau punya usul, silakan hubungi yusufe@cbn.net.id atau ysf_efendy@yahoo.com

Bila anda adalah orang yang ingin memanfaatkan internet untuk mencari rizqi halal, silakan klik…(ma’af, gara-gara saya menuliskan link dimaksud disini, blog saya sempat diblokir sama admin). Jadi saya akan memberitahukannya lewat e-mail saja. Itupun bila anda menginginkannya.

Yang paling gampang sih untuk semua yang membaca tulisan ini, tolong tuliskan komentar anda di kolom yang disediakan di bawah.

Terima kasih.

Yusuf Efendy

22 Responses to "Siapa Yusuf"

hmm… panjang banget pak….
Hahahaha Saya jadi baca yang kena dimata aja
maaf ya pak

Emang bener pak, gak boleh nama sependek itu?

Sepupu saya yang umurnya… aduh saya lupa, paling 30-35 gitu d pak… namanya Lutfi

selamet selamet aja pak STTBnya

Aneh-aneh aja ya pak

Emang kenapa kalo namanya pendek

kan hemat tinta

Ceritanya panjang banget, pak..
Tapi seru,,
Waktu SD guru saya juga sering salah nulis nama saya.
Seharusnya Rahmi jadi Rachmi.
Tapi alhamdilillah di ijazah, jadi Rahmi lagi.
Trus, saya juga sering pindah2 rumah, selama 17 tahun ini udah pindah sekitar 8 kali.
Jadi punya banyak temen juga sihh..

Hehehe,, Jadi curhat gini,deh pak..
Tapi intinya, blognya seru, bagus, n jadi tambah tau aja sedikit tentang Pak Yusuf..

Alhamdulillah dapet ilmu dari pak Yusuf. karena saya jadi ingat murid saya yang juga namanya YUSUF (doang). ada pengalaman teman yang saat ini bekerja 1 sekolah dengan saya. beliau punya nama FAUZI (doang). Karena kurang puas kalo cuman nulis nama sependek itu, maka teman – temen suka ngasih gelar tambahan: A. Fauzi (Ahmad Fauzi), atau kadang jadi M. Fauzi (Moh.Fauzi) eh.. keterusan..
suatu ketika datang tim pengawas (asesor sekolah)…jadi kenak deh..karena disangka 3 orang yang berbeda.FAUZI (anggota komite), A. Fauzi (guru) dan M. Fauzi (Wakasek). (malu..ketahuan..manipulasi data..)..terima kasih pengalamannya, maaf kalau ada kata yang salah.

apalaharti sebuah nama

Salam kenal pak
senang rasanya bisa membaca cerita pengalaman hidup orang lain :)

Owh..

Ya ya ya..

Pak Yusuf , selamat ya.
Semoga semakin berkibar karir pak yusuf di SMA N 3
Good luck

senang bisa baca biografi bapak, terlebih lagi krn bapak adalah orang yang memberi informasi ttg ILEP.
O ya tgl 5 Januari saya brangkat ke Amerika dan ditempatkan di Northern Kentucky Univ.
Thanks.

wah, saya baru tahu kalau bapak pernah menjadi kepala SMA Pribadi

hmm… doakan ya pak agar anak2 didik bapak bisa jadi sukses ke depannya

baca blog ini saya jadi merasa ditegur kalau kita memang tidak sepantasnya menjadi manusia yang mudah menyerah dalam menjalani kehidupan

hehehe apa sih mayang???

wah lucu juga pak ..
knapa jadinya yusuf effendy pak ?
hehe ..

owh, bpk lahir di pontianak ya,, brarti bpk orang sono donk.. saya kira bpk lahirnya di jawa..ha3…

Assalamu’alaikum….

Wah… wah… kisah hidup bapak sangat menginspirasi sekali.

Mungkin terlalu singkat. Kalau saja bapak meneruskan cerita mungkin bapa bisa membuat biografi sendiri atau cerpen tentang kejadian2 menarik yang bapa alami…

Harta memang bisa membuat kita mulia tapi harta pula yang dapat membuat kita hina. Pengalaman dan ilmulah yang membuat kita tidak akan merasa tak punya apa-apa karena kita selalu kaya, tak pernah miskin.

SEMANGAT… tadi ada yang salah ketik
Sekian…
Syifa_zie^_^

Oh, Bapak S1 & S2-nya di UIN & UPI toh . .

Yayayayaya..

ahelah

hohoho,,, thanks 4 d visit,,,
saya mah, masih junior banget dibanding bapak Yusuf,,,

hohoho,,, masih suka maen2 dah,,,

tapi, biar bagaimana, saya juga mau
jadi the play maker di usia muda,,,

anak muda berbakat, hohoho,,,
an Extraordinary E-etacher.

look forward to sharing with u…
cheers…
http://c0kelat0h0lic.wordpress.com/

ceritanya panjang amat pak..

bagus tuh dibuat novel..

[eh ada Elang..]

http://putrinegriangan.wordpress.com

main2 yagh pak!

oya,,, satu lagi,,
tuker masukin blog-roll yuaaa,,,

hohohoho,,,
thanks,,,,

cheerz!!

bapak, saya mau yang dpt duit halal dari internet dong. hehe

Assalamualiakum Wr. wb.

wah Bapak, ternyata emang inspiratif banget yach……

meskipun saya udah denger cerita ini langsung dari Bapak (waktu di kelas)…..

Tapi tetep keren Pak…..

Assalamualiakum Wr. wb.

oh, iya pak, ko ga ada contoh teks pidato b. inggris sich????

Kan perlu juga pak, buat ujian praktek….

Assalamualaikum….

It’s a good blog, Sir.
Because you’re an expert in teaching and learning English,
Would you Please add more information about teaching and learning English….

Leave a Reply